Rabu, 25 Maret 2015

22 Nov 2014

Aku terbang dari Jakarta -MKW.
Setiba di sana penuh rasa senang,takut,merasa terasingkan bahkan jadi pusat tontonan.semua mata menatap aku.dan terasa aneh.dan aku tak menyangka kan bertemu saudaraku dan berkulit hitam serta berambut kriting.
Awal terasa takut,dan agak aneh.yachh karena belum beradaptasi sama lingkungan dan baru menyadari bahwa ada saudara kita yang tinggal di timur.pertama melihat saya kira dia akan jahat dan keras,ternyata mereka baik tapi yah perwatakan agak keras karena bawaan lahir juga.
Aku tinggal di sana sama kerabat,berawal aku kesana yach di tawarin kerja.dan kerabat sanggup untuk itu semua.dan waktu berjalan dan aku melamar-lamar disana.aku juga tidak faham dengan tempatnya yach asal ngikut.di suruh melamar di sana,di situ.hingga capek dan menghabiskan biaya aja.dan aku dapat panggilan di Hotel Aston.tapi persyaratan pakek baju pendek.dan apa bisa aku pakek rok pendek...tidak terpikirkan itu terjadi samaku.dan saudaraku asal dukung dan aku di suruh pake bju dan rok pendek.dalam hati semoga aku tdak di terima kerja di situ klau pake baju bginian.aku makek baju itu langsung ingat sama ortuku.kenapa bisa aku lepas jilbab cuma karna uang.memang ini kesalahanku.yang asal ngikut kemauan orang lain bukan asli dari diriku sendiri.
Awal aku di Jakarta pakek jilbab walaupun masih dalam pembelajaran untuk menutup aurat.
Dan sempet di tanya sama saudara kalau di rumah pkek atau tidak.awalnya di situ mau netral.kalau jalan pakek.
karena di situ waktu serba di bkin cpat.dan maunya yang instan'' yach ujung''nya tu jilbab lepas juga dari ke palaku,secara sadar tak sadar dan diriku mulai angkuh,sombong,dan tak melihat orang yang di bawahku.
Dan selama aku masih hanggur,belum kerja,aku cuma bersikap sabar,pasrah,dalam hati berkata ngapain aku jauh'' kesini kalau kehidupanku begini (kecewa,menyesal),
Tapi di situ aku di bikin senang'',yach pkoknya biar aku tak memikirkan pekerjaanku.di ajak jalan terus,belanja,dan di kasih makan yang enak,di ajak lari sore.main bulu tangkis.perumpamaan seperti (anak kecil nangis di sogok denganpermen supaya tidak nangis)sebenarnya aku sadar.tapi knapa aku bisa di tindas.
berjalan 2bulan,waktu sore saat aku main bulutangkis di teras ada pria lewat.dia habis lari sore.dan di panggil sama saudaraku.secara tak sadar aku menatapnya dengan pandangan laen.
dan dia maen badminton samaku.aku g nyangka dia jago banget mainnya.dan dia terlihat santai dan cuek.aku merasa penasaran sama tu cwok.
aku lihat tak ada rasa tertariknya sama sekali samaku.dan lama-lama main aku smbil menatap,.aku merasa canggung. yach sedikit tertarik juga.sesudah itu dia sering main di toko,bilangnya mau nonton tv,dan tiap ngobrol aku jg g pernah bahas identitas,tw pkerjaan dia apa,.yach ternyata dia naksir samaku.tapi aku tak menyadari hal itu.
karena aku juga belum kerja dan suntuk di rumah.saudaraku nawarin dia tuk ajak aku ke SP awalnya aku takut karena aku tak kenal dia.dan wilayah di situ jg msih asing..dalam fikirku ntar kalau aku di apa''in gimana.jauh dari ortu lagi.
Tapi perasaan buruk itu aku lawan.dan akhirnya aku jalan.ternyata itu tempat jauh banget.tapi walaupun jauh,capek semua terbayar dengan keindahan asli alamnya.keren banget.
di situ aku di bonceng

tapi aku bantu-bantu di toko punya saudara.yach di gaji sich.tapi setidaknya masak aku jauh'' kerja begitu dan tak sebanding dengan tenaga aku.karena aku terlanjur basah.gimana lagi.akhirnya aku bohongin ortuku asal mreka tidak mengkwatirkanku.dan skitar 2bln aku masuk kerja di Telkomsel.saya kira sich dapat gaji lumayan.tapi UMR disana kecil.dan harus tinggal di Mess.karena aku g enak sma kerabatku.q PP untuk bantu jualan malam,dan paginya kerja.pulang hingga magrib dn pulang aku bantu'' berjalan 2 minggu.dan aku terima gaji disitu.terasa terpukul batinku.dan akhirnya aku di suruh keluar dari pekerjaanku.di suruh bantu-bantu di toko.siang dan malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar