Minggu, 17 Mei 2015

BAJU YANG KU ANGGAP COCOK KU KENAIKAN DI BADANKU TERNYATA BELUM BISAKU PAKAI

Awal ku lihat dirimu....ku tertarik atas karisma yang kau miliki ada pancaran tersendiri dan menurutku itu yang menarik perhatianku padamu.
kau special bagi ku.
kau punya kelebihan dan berbakat.
perumaan baju,kau terbuat dari sutra,halus,warna menarik dan stailnya bagus.
ku anggap pasti itu cocok ku kenaikan di badanku dan ku berharap yang punya toko mengizinkanku untuk membelimu.
dan kulihat-lihat,ku pahami semua ttng mu.ku nilai dari kekurangan dan kelebihanmu.
tapi menurutku itu tak masalah.soal materi,ilmu,iman, dll.menurut ku sudah sesuai kriteria dan ku kan tau siapa yang punya anak ini...???dan akhirnya ku tau sang punya toko ini (ortu )bahwa beliau adalah ortu yang sangat mulia,abah....;itu panggilan yang pantas untuk beliau.ku hormat banget sama beliau.engkaulah ortu yang baik dalam membimbing,sebagai wali,bahkan jadi pemimpin tidak cuma di rumah tapi di luar rumah yang sllu berdakwah.
ibarat punya toko.slalu bersihin baju-bajunya,merawat.serta memberi bndrol yang istimewa dan mempunyai gaya tarik untuk pembeli.
dan akhirnya sang bapak pemilik toko bilang kalau bajunya itu cocok untuk ku kenaikan dan di kasih saja samaku karna sang abah dari awal sudah merestui ku sama anaknya.
dan berjalannya waktu ku akan izin dan tanya sama orang lain apa ini cocok kalau aku pakai.bahkan ku tanya ma ortuku,.apa pantas dan cocok bila ku kenaikan untuk selamanya di tubuhku ini.dan ortu menilai sangat cocok karena setiap ku di belikan baju pilihannya aku tak pernah mau,bahkan mencoba ataupun melihat,.dalam hati ini adalah pilihanku sendiri.dari kesenangan hatiku.menurutku dialah yang pantas untuk memimpin serta membimbingku.dalam beribadah dll.
ku ingin mengetahui dengan jelas.ku beribadah serta ngaji samanya dan jadi makmumnya.berbulan-bulan ku mengetahuinya.dalam bulan puasa ku tarawih bersama keluarganya....
ibarat baju,ku datangi tokony,ku memegang bahannya,ku melihat bandrolnya,ku lihat jahitannya,serta pemilik toko ku ajak ngbrol biar rela dan ikhlas untuk memberi bajunya yang dia rawat dan di sayanginya di berikan samaku dengan senag hati.
setelah tukang toko membungkus dan di serahkan samaku...dan ortuku merestuinya untuk membeli itu baju
Tepat di Ramadhan inginku kenaikan baju itu untuk lebaran bersamaku dan ku yakin pasti bahagia banget.dan aku yakin kalau aku senang ortu juga pasti senang.dan orang juga pasti melihat aku ikut senang.
tepat sore hari di Puncaknya Ramadhan .....inginku mencoba baju itu.
Ternyata baju itu rijek (rusak).di jahitan yang terpenting menurutku.dan tak tau kalau menurut orang lain.
ku bingung apa baju ini aku pakai atau tidak ???ini keputusan yang harus aku pilih,.ini pilihan untuk terakhir kalinya.dan pemilik toko dah mengundangku untuk silaturrahmi datang ke rumah.(ortunya mengundang untuk buka puasa terakhir,takbiran bersama)padahal aku kecewa banget atas bajunya.karena sang bapak tak tau kalau baju miliknya itu adalah baju rijek.karena rijeknya ada di dalam.karena beliau sudah sepuh jadi tak tau untuk mengecek dimana rijeknya.dan aku juga g kan mungkin mengecewakan sang bapak.aku tak bisa cerita  ke beliau atas kekurangan bajunya itu.
dan ku tak bisa datang kerumahnya karena ku tak bisa melihat sang abah sedih melihat kesedihanku di bulan Ramadhan akibat baju yang saya beli darinya.dan aku tak datang atas undangannya.
akhirnya saat ramadhan ku tak memakai baju itu.
dalam hati,sakit,kecewa banget,inginku perbaiki baju itu kenapa bisa rijek (BS)tapi itu percuma.aku harus pakai,ini sudah aku beli...ini lah baju pilihanmu siti...bukan orang lain yang milih.
dan ortuku memepertanyakan atas baju pilihanku untuk ku kenaikan di acra pernikahan ntah pernikahan siapa.ku tak tau. . .
dan acara sudah mepet sudah hari H tapi ku pulang tak membawa baju itu.dan ortu merasa tertipu dengan pilihanku.merasa kecewa bahkan merasa terhina.acara sudah mewah,berharap ku memakai baju yang bagus yang cocok ku kenakan di acara itu.
tapi ku malahan tak punya baju mana yang harus aku pakai.masak ku kan telanjang tak memakai baju...???dan mempermalukan ortuku di depan umum.dan akhirnya ada baju yang harus ku kenakan ada 2 pilihan.sebenarnya itu bikan pilihan ortuku apa lagi aku.cuman biar ku tak telanjang ku di kenaikan baju yang tak kriteriaku,.ku terpaksa memekai tu baju.orang'' pada memakai baju mewah tapi ku menggunakan baju yang tak berbobot bahkan di luar kostum acara.orang melihatku ini acara penting kenapa kamu memakai baju mainan...???kenapa kau kenakan.ku tak bisa menjawab.ini bukan pilihanku.ini dari unsur keterpaksaan dari pada ortu sakit ku telanjang.dan selesai acara.ku di tlfn pemilik baju rijeknya.ku jelasin sambil menangis aku malu....di acara ku terpaksa pakai baju sederhana di acara mewahku.dan pemilik toko suruh sabar dan bilang ku bagai anak kandungnya.dan ku merasa mending ku memakai baju yang rijek tadi dari pada pakai baju ini.padahal rijeknya di dalam.semua orang juga tak melihat.yang tau cuma aku sama dia sama yang di atas.semua dah terlanjur.ku lepaas baju itu ku g mau memakainya lagi.itu bukan untukku,itu bukan pilihanku,itu tak bisa menempel di tubuhku.aku g mau.
dan kejujuranku ku ungkapkan pada ortuku dan ortu tak tahan melihat tangisanku.tak tega,tak bisa memaksa.memang itu tak pantas karna baju itu cuma menipu aja.di kira bisa di kenaikan dan  ternyata dari bahan palsu.

dan apa aku kan mencoba baju yang dulu aku hina karna rijek dalamnya untuk ku pakai....????
apa baju itu mau aku kenakan,,,
????apa dia kan tertarik sama orang lain kalau sudah aku miliki....
kini ku galau atas pilihan ku lagi.
bahkan baju itu kini tak di pajang di toko lagi tapi di simpan di rumah.
dan tak tau apa aku kan menyamperin dia untuk ku beli..??
apa abah kan mengantarkan ke aku untuk ku miliki...??
       itu yang saat ini kita pikirkan dan biar lah waktu yang akan menjawabNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar